Ahok Tegas Memecat Kepala Rusun Marunda

Saya senang mendengar berita pemecatan seorang kepala bagian dalam pemerintahan. Walaupun saya tidak menyaksikan sendiri benar atau tidak sang kepala bagian ini. Tapi hal ini langka dan jarang terjadi di Indonesia. Ketegasan seorang pemimpin itu jarang ada. Kebanyakan pihak pemerintah LOYO dan mentolerasi kepala bagiannya yang buruk kinerjanya. Kali ini seorang Ahok dengan tegas dan berani memecat seorang kepala Rumah Susun di Marunda karena terbukti berbuat tidak adil bagi rakyat. Salut!

Ahok Tegas Memecat Kepala Rumah Susun Marunda

Mau kulwit detik2 ketua rusun Marunda dipecat.

  1. Banyak laporan yang masuk tentang Rumah Susun (Rusun) Marunda ke @basuki_btp oleh masyarakat sekitar. Rusun milik Pemprov DKI ‘dijual’ oknum
  2. Mendengar laporan trsbt, Pak Ahok lgsg tinjau rusun marunda dan bertemu dgn pengelolanya yaitu Kusnandar yg menjabat sjk periode sblm JB.
  3. Kusnandar blg ke @basuki_btp kalo warga Marunda tdk adaa yang minat tinggal dirumah susun yg jumlahnya 1000 unit tersebut.
  4. Mendengar pengkuan K, pak ahok lgsg nanya warga yg ketika itu ada juga di tempat. “Apa yg membuat bpk/ibu tdk mau ttinggal disini ?”
  5. Warga menjawab “kami sudah mengajukan untk tinggal di rusun ini tetapi tdk pernah ditanggapi, harganya pun mahal&syarat2 memberatkan kami”
  6. “Selain itu, pengelola juga blg kl rusun ini sudah penuh” . Lalu Ahok cek ke unit2 rusun trsbt.
  7. Tiap lantai, ada 20 unit tetapi yang ditempati hanya 5-10 unit, Ahok marah besar. Semua warga disuruh daftar saat itu jg&ditongkrongin Ahok
  8. 30menit kemudian Ahok meninggalkan rusun dan tinjau pelabuhan baru di Marunda. Pelabuhan baru yg dapat merekrut 2000 tenaga kerja.
  9. Ketika sampai pelabuhan, Ahok mendapat kabar katanya setelah bberpa menit Ahok tinggalkan rusun, pengelola menutup pendaftaran. Warga kecewa
  10. pun balik lagi ke rusun tersebut (jam 7 mlm) untuk mengecek kembali laporan yang baru diterimanya.
  11. Di Jalan menuju rusun, Ahok ketemu tukang siomay. Ahok pun iseng bertanya dimana tukang siomay (TS) itu tinggal.
  12. TS trsbt ngontrak di ujung marunda 350rb per bulan. Ahok nanya knp ga mau tinggal dirusun ini?padahal paling atas seharga 150rb perbln.
  13. Apa jawaban dari TS tersebut? TS bilang “pengelola tdk yakin saya bisa bayar krna harganya tinggi dan ga pantas tinggal di rusun trsbt”.
  14. Tau Ahok kan? Sesampainya di Rusun dipanggil lagi si K dan langsung kelabakan. Gak nyangka kalo Ahok bakal balik lagi.
  15. Ya marah2nya Ahok kalian udh pasti tau. Kali ini marahnya lbh dari PU :p . Dipanggil lah Camat dan lurah setempat.
  16. si K, Camat, Lurah dikumpulin. Otomatis si K udah “dirumahkan” oleh Ahok dgn persetujuan Jokowi. Camat dan lurah pun jg ditanya Ahok.
  17. “Sanggup gak urus rusun ini?kalo ga sanggup gue copot juga”. Camat&lurah pun sampai malam mendata lgsg warga yg mau tinggal di rusun trsbt.
  18. You know, si K mobilnya keren lho. Kayak mobil dishub yang waktu di pake @basuki_btp saat banjir. Pasti mahal harganya :)
  19. Ternyata, dibalik banjir ada hikmahnya juga. Semua bobrok jadi ketauan deh. Sekarang warga Marunda bs menikmati rusun yg udh disediain pemda
  20. Bayangin kalo @JokowiAhok gak buka laporan pengaduan, yang “diatas” makin semena2 dan rakyat bingung mau ngadu kesiapa.
  21. Begitulah cerita jalannya pemecatan pengelola rusun marunda, kalo ada keluhan jgn sungkan lapor&jgn takut. Terima kasih atas partisipasinya


Alasan Ahok Mencopot Kusnindar

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tak main-main dengan ancaman terkait PNS yang menjadi calo rumah susun sewa (rusunawa) Marunda.

Keduanya mencopot pejabat rusunawa itu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan pejabat tersebut adalah Kepala Unit Pelaksana Teknis rumah susun wilayah I Jakarta Utara Kusnindar.

“Bagi kami dia terus menghambat,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/1).

Menurut dia, itu berawal dari keluhan sejumlah warga, seperti ketiadaan air di rusunawa Marunda.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meminta penjelasan dari yang bersangkutan. Namun, lanjut Ahok, yang bersangkutan terlalu banyak beralasan.

“Kami kan ada keluhan ibu-ibu dan fakta lapangan. Terus ada yang bilang ke kami, ada 500 unit yang siap huni, 1.200 lebih belum siap. Ternyata tidak sampai 100 unit saja belum beres. Tiba-tiba di lantai 4 tidak ada air. Alasannya, pecah pipa. Terus kenapa tidak diperbaiki? Alasannya mau cari tukang las. Masa paralon mau dilas? Itu kan terlalu banyak cari alasan,” tutur Ahok.

Selain itu, dia telah mengecek pendaftaran rusunawa. Dia menemukan adanya monopoli kepemilikan rusun. Ada satu blok yang telah terisi penuh. Namun, seluruh blok tersebut hanya dimiliki 11 nama.

Tak mau berlama-lama, Pemprov DKI langsung melantik sang pengganti dari Kusnindar. Pejabat yang akan menggantikannya ialah Jati Juwono.

Sumber : http://www.metrotvnews.com/

Senang sekali ada kemajuan dalam pemerintahan kita. Walaupun di awal banyak yang meragukan kepemimpinan Jokowi-Ahok saaat pilkada, namun sedikit demi sedikit mereka menunjukkan bukti kualitas kinerjanya. Maju terus Ahok, kita butuh pemimpin yang benar-benar oke untuk memperbaiki Jakarta.

You may also like...

2 Responses

  1. Ludi Bambang says:

    Pak Ahok
    Dalam keadaan situasi di JL Sudirman ini di lokasi Setia Budi ini , untuk Jam Pagi
    berangkat kerja kedepan nanti untuk dari Arah Lintas Lebak Bulus ke Pusat Kota
    sampau ke Lokasi Mangga Dua mengalami kesulitan kalau berangkat kerja lewat
    Jalur ini makan waktu kira2 3 Jam lamanya karena suasana kemacetan Lalu Lintas
    Dan sedangkan untuk Bus Way Koridor 8 ini jadi masalah ,kami tunggu Busway di Terminal Lebak bulus dari sejak Jam 06:15 Pagi dan Jam 06 :55 kadang2 Jam 07 lebih malahan pertama pernah dari Jam 06:00 tunngu bus baru Jam 07:20 baru keluar dan antrian penumpang pernah jadi menumpuk
    Mohon untuk di survei kembali kondisi jam kerja pagi di lokasi tempat ini
    Karena Pagi2 baru jam 06:30 Kondisi JL Metro Pondok Indah dari Lb Bulus ke pusat kota sudah macet
    Terima kasih sebelumnya

  2. Anonymous says:

    kenapa dak dari dulu kita pilih jokowi-ahok ya? kita terlambaaat menemukan orang seperti iniiiiiiii.

Leave a Reply