Mengapa Orang Cina Sukses dan Kaya?

Mengapa Orang Cina Sukses dan Kaya?
Sebelum membaca artikel Mengapa Orang Cina Sukses dan Kaya? ini, saya ingin agar Anda membacanya dengan pikiran terbuka. Cerita ini adalah tulisan dari seseorang yang bekerja di Amerika. Dan saya harap tulisan dari “seseorang” ini dapat memberikan inspirasi dari pengalamannya kepada kita.

Saya seorang pribumi yg dulunya benci setengah mampus sama WNI Keturunan Cina. Tetapi setelah hidup di Amerika selama 10 tahun dan sekarang bekerja di salah satu bank terbesar di dunia berpusat di New York City, pandangan saya berubah dan mengerti mengapa Cina itu berbeda dengan orang pribumi.

Dan sebenarnya banyak sekali hal-hal yg kita tidak mengerti tentang cina, dan hal-hal ini sebenarnya harus kita ketahui dan kita pikirkan lagi, karena hal-hal ini adalah sesuatu yg bisa kita pakai untuk kepentingan bangsa sendiri dan utk memajukan bangsa sendiri. Bukan saya bilang bahwa kita harus berubah jadi Cina, cuma kalau memang bagus mengapa tidak ? Dan memang ada juga hal-hal buruknya, tetapi semua bangsa juga punya.

Marilah saya mulai pendapat saya tentang perbandingan antara WNI asli dan keturunan cina :

Perbedaan Nyata Bule vs China vs Pribumi

Setelah bekerja tiga tahun lebih dan punya teman dekat orang bule dan orang Cina dari Shanghai di tempat kerja saya, saya melihat banyak sekali perbedaan-bedaan, diantaranya :

Duit

a) Si bule, kalo gajian langsung ke bar, minum-minum sampe mabuk, beli baju baru, beli hadiah macam-macam untuk istrinya. Dan sisanya 10% di simpan di bank. Langsung makan-makan di restoran mahal, apalagi baru gajian.

b) Si Cina, kalau gajian langsung disimpan di bank, kadang-kadang di invest lagi di bank, beli Saham, atau dibungain. Bajunya itu2 saja sampe butut. Saya pernah tanya sama dia, duitnya yg disimpen ke bank bisa sampe 75%-80% dari gaji.

c) Saya sendiri. kalo gajian biasanya boleh deh makan-makan sedikit, apalagi baru gajian, beli baju kalo ada yg on-sale (lagi di discount), beli barang-barang kebutuhan istri, sisanya kira2 tinggal 15-20% terus disimpen di bank.

*** Kebanyakan di Amerika, orang Cina yang kerja kantoran (sebenarnya Korea dan Jepang juga) muda-muda sudah bisa naik mobil bagus dan bisa mulai beli rumah mewah. Walaupun orang tuanya bukan konglomerat dan bukan mafia di Chinatown. Malah mereka beli barang senangnya cash, bukan kredit. Soalnya mereka simpan duitnya benar-benar tidak bisa dikalahkan oleh bangsa lain. kalau bule atau orang hitam musti ngutang sampe tau baru bisa lunas beli rumah.

Cara Bekerja

a) si bule, abis kerja (biasanya jam kerja jam 8 pagi – 6 sore) hari Senen sampai hari Jumat (Sabtu dan minggu tidak kerja)) ke bar ato makan-makan ngabisin gaji. Kalau disuruh lembur tiba-tiba, biasanya kesel-kesel sendiri di kantor. Biasanya kalo hari Senen, si bule tampangnya kusut, soalnya masih lama sampe hari Sabtu, pikirannya weekend melulu. Kalo hari Kamis, si bule males kerja, pikirannya hari Jumat melulu. Terus jalan-jalan gosip kiri kanan.

b) si Cina, abis kerja langsung pulang ke rumah, masak sendiri, nggak pernah makan diluar (saya sering ngajak dia makan, cuma tidak pernah mau, mahal katanya, musti simpan duit, kecuali kalo ada hari-hari khusus). Kalau disuruh lembur tidak pernah menolak, malah sering menawarkan diri untuk kerja lembur. Kalau disuruh kerja hari sabtu atau hari minggu juga pasti mau. Kadang-kadang dia malah kerja part-time (bukan sebagai pegawai penuh) di perusahaan lain untuk menambah uangnya.

c) saya sendiri, kalau disuruh lembur, agak malas juga kadang-kadang karena sudah punya rencana keluar pergi makan sama teman-teman kantor. Kadang-kadang ingin sekali pulang ke rumah karena di kantor melulu, cuma mau nggak mau mesti kerja (jadi kesannya terpaksa, nggak seperti si cina yg rela). Weekend paling malas kalau musti kerja.

*** Bos-bos juga biasanya suka sama orang Cina kalau soal kerjaan. Mereka soalnya pekerja yg giat dan tidak pernah bilang “NO” sama boss. Dapat kerja juga gampang kalau mukanya cina, karena dipandang sebagai ”Good Worker “. Atau pekerja giat. Jarang sekali, kecuali penting sekali dia tidak bersedia kerja lembur. Dan kalaupun tidak bersedia lembur, biasanya dia akan datang sabtu atau minggu, atau kerja lembur besoknya.

Rumah

a) Apartment si bule, wah bagus sekali. gayanya kontemporari. Penuh dengan barang-barang perabotan dan furniture mahal. Pokoknya gajinya pasti abis ngurusin apartment dia.

b) Apartment si cina, wah… kacau. Cuma ranjang satu, dilantai saja. Meja butut, dan dua kursi butut. TV nya kecil sekali, TV kabel saja tidak punya. Pokoknya sederhana sekali. Waktu saya tanya, dia bilang ”bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” daerahnya pun bukan didaerah mahal, tempatnya di daerah kumuh dan kurang ada yg mau tinggal.

c) Apartment saya sendiri, yah lumayan, cuma istri saya suka juga merias rumah. Jadi apartment saya lumayan lah tidak seperti punya si Cina. Saya benar-benar salut dia bisa hidup begitu. Padahal duitnya di bank banyak. Gaji dia saja lebih tinggi dari saya karena lebih lama di perusahaan
tersebut.

*** Setelah 10 taun, biasanya si bule, orang item, masih tinggal di apartment atau baru ngutang beli rumah, si cina sudah bisa beli rumah sendiri. Karena nabung dengan giatnya, dan cuma beli yg penting-penting saja. Jadi uangnya ditabungkan sendiri.

*** Disini saja saya bisa lihat perbedaan-bedaan nyata, saya pertama-tama pikir, wah si Cina ini pelit amat. Masa duit banyak kayak begitu disimpan saja di bank. Dan kalau kita banding-bandingkan dengan sejarah orang-orang cina, kita akan tahu kenapa mereka (Cina) itu dalam long-range nya (jangka panjang nya) lebih maju dari pribumi di Indonesia, karena saya sempat bertukar pikiran dengan beberapa teman lagi orang Cina lainnya, orang India, orang Arab, orang Jerma n, orang Amerika, dan orang Cina ini sendiri. Kita musti tau sejarahnya orang Cina ini.

Perbandingan sejarah cina dan Indonesia

JAMAN DULU Bangsa cina adalah bangsa yg bangga dengan bangsanya, karena kebudayaan cina adalah salah satu kebudayaan yg tertua di dunia, hampir setahaf dengan Mesopotamia dan Mesir. Karena itu kebudayaan cina itu benar-benar menempel di sanubari nya. Susah sekali untuk melepaskan kebudayaan tersebut karena memang betul kebudayaan mereka itu hebat, terus terang, kalau kita bandingankan dengan kebudayaan kita (pribumi Indonesia) kita tidak bisa mengalahkan kebudayaan orang cina. Dan memang kebudayaan mereka sudah diakui dunia.

Menurut salah satu Journal of Archeology terkemuka di dunia, orang Melayu itu unsurnya lebih banyak mengarah ke bangsa Mongol atau Cina. Jadi bangsa Indonesia itu sebenarnya Cina, walaupun s ecara biologis dan evolusis, ada unsur-unsur dari India dan Arab di darah orang pribumi. Tetapi orang Indonesia (Melayu) itu sebenarnya genetik nya lebih dekat
ke orang Cina.

Orang cina itu sudah dari dulu 4000 tahun hidupnya diawang kesusahan terus (maksudnya rakyat kecilnya). Negara cina dari jaman dulu, katanya, sudah perang terus, rakyat kecil disiksa olah pemerintahnya sendiri, dan pemerintahnya berganti-ganti terus. Orang cina bisa dibilang salah satu bangsa yang tahan banting. Sudah biasa menderita, dan makin menderita, biasanya orang kan makin nekad dan makin berani, jadi semua jalan ditempuh, namanya saja mau hidup, bagaimana. Ini juga terjadi di Indonesia.

Karena negaranya sendiri, Cina, banyak masalah, mereka imigrasi kemana-mana. Mereka ada dimana-mana, teman saya orang item dari Nigeria dan Ethiopia (afrika) bilang disana pun ada banyak orang cina. Dan herannya. Cina-cina di Afrika pun sukses dan bisa dibilang tidak miskin.

DI INDONESIA Di Indonesia sendiri, waktu saya masih tinggal di Jakarta, saya bisa melihat perbedaan-perbedaannya, cuma waktu itu pikiran saya belum terbuka. Saya pernah buka punya teman orang cina di Senen buka toko kain. Di sebelahnya persis ada pak Haji yg juga buka toko kain. Setelah dua tahun, bisnis si cina makin maju, dan si pak Haji sebelah akhirnya bangkrut. Ternyata bukan karena si Cina main curang atau guna-guna si pak haji. Ternyata itu karena si cina, walaupun sudah untung, uangnya disimpan dan ditabung saja, untuk mengembangkan bisnisnya lagi. Dan dia dan istrinya makan telor ceplok saja. Sedangkan si pak haji baru untung sedikit sudah makan besar di restoran karena gengsi sama keluarga nya.

Nah bukannya si pak haji ini salah? Bukannya kita bisa lihat sendiri bahwa cina ini pikirannya lebih maju lebih melihat kedepan dan lebih tahan banting? Saya kira ini adalah suatu hal yang bisa kita contoh dari si Cina ini. Mungkin kita tidak usah terlalu pelit seperti dia, tapi juga tidak usah gengsi-gengsian.

Saya sudah bertemu dengan banyak orang dari negara yg berbeda-beda dan satu hal yg benar-benar nyata adalah orang yg TIDAK MEMBUAT KEPUTUSAN BERDASARKAN GENGSI biasanya NEGARANYA MAJU.

Coba saja lihat orang Hong Kong, orang Jepang, orang Inggris, orang Amerika, orang Jerman dan orang Singapore, mereka sudah MAJU sekali pemikirannya. Tidak seperti orang Indonesia. Kalau YA yah sudah bilang YA, kalau TIDAK yah bilang TIDAK. Jadi tidak tidak ada yg tidak enak hati. Kalau sudah lama tidak enak hati akhirnya berantem.

Orang Indonesia sayangnya gengsinya tinggi sekali, tidak mau mengaku kalau memang salah atau harus merubah sesuatu yg jelek. Inilah kelemahannya.

Di mata Internasional bangsa Indonesia sudah terkenal sebagai NAZI Jerman versi Asia Tenggara. Waktu perang dunia ke II bangsa Jerman sedang miskin karena mereka kalah perang dunia ke I, supaya rakyat tidak marah, si Hitler yg cerdik sengaja menyalahkan orang Yahudi yg memang kaya dan menguasai ekonomi Jerman. Dan orang Yahudi akibatnya dibantai dan tidak diperlakukan sebagai warga negara sendiri. Padahal mereka juga sudah lama tinggal di Jerman dan sudah merasa sebagai bangsa sendiri, walaupun mereka masih memegang kebudayaan mereka yg tinggi, sama seperti cina di Indonesia.

Di Indonesia anehnya, pribumi benci dengan cina tetapi bukan dengan orang Belanda atau orang Jepang. Kalau dipikir-pikir, cina itu tidak salah apa-apa. Saya sebagai pribumi baru sadar akan hal itu.

Belanda menyiksa bangsa Indonesia dan menguras harta bumi kekayaan Indonesia selama 350 tahun dan setelah pergi meninggalkan penyakit yg paling bahaya dan mendarah daging, yaitu korupsi, yg sampai sekarang juga menimbulkan krisis ekonomi setelah 53 tahun merdeka rupanya penyakit ini bukannya makin terobati, tetapi makan menusuk dan menular ke seluruh badan dan mental bangsa Indonesia.

Bangsa Jepang, cuma menguasai 3.5 tahun, tapi menyiksa bangsa Indonesia lebih kejam dari bangsa lain. Karena kalah perang, bangsa jepang, yah mau tidak mau sekarang musti menguasai dunia secara ekonomi tidak bisa lagi main angkat senjata.

Anehnya kita sebagai pribumi malah benci dengan cina bukannya dengan Belanda atau jepang. Lucu sih. Semua bangsa lain (Korea, Cina, Burma, Vietnam, dan Afrika) benci dengan bekas penjajahnya bukan penduduk sesama yg telah hidup bertahun-tahun bersama-sama yaitu cina kalau di Indonesia.

Salah apa si cina-cina ini, tidak salah apa-apa. Kenapa mereka kelihatannya buas dalam bisnis, tamak, dan rakus ? kenapa ? Karena mereka selama tinggal di Indonesia selalu diperlakukan sebagai orang luar dan di anak-tirikan. Coba bayangkan kalau anda-anda jadi cina, pasti anda-anda juga mau melindungi diri sendiri, siapa yg mau nggak makan besok ? atau mati ? Yah, kalau begitu, mereka jadi cerdik, agak licik, mengambil kesempatan dalam kesempitan, jadinya berhasil memegang ekonomi indonesia. Tapi mereka juga bekerja keras, JAUH…..SANGAT JAUH LEBIH KERAS DARI KITA YG PRIBUMI. Bukan cuma di Indonesia saja. orang cina sepertinya ditaruh dimana saja pasti sukses dan bekerja keras.

Mereka (cina) tidak menyerah pada nasib, dan selalu INGIN MENJADI DUA KALI LIPATKAN TARAF HIDUPNYA, kita yg pribumi, biasanya puas dengan keberhasilan kita dan malas malasan karena merasa sudah diatas angin. Bagi cina2 ini tidak berlaku, mau setinggi apa juga, pasti bisa lebih tinggi lagi.

Kita saja yg bodoh, mau dengar omongan pemerintah yg brengsek dan mengkambing hitamkan cina. Karena mereka sendiri juga busuk tetapi takut ketahuan. Jadi mereka menggunakan cina sebagai tameng dan kambing hitamnya.

Gimana mau hidup sebagai negara yg maju coba? Kalau tidak bersatu. Negara yg maju harus bisa hidup dengan tentram satu sama lain tidak perduli dengan warna kulit, agama, dan keturunan. Semuanya musti diakui sebagai satu bangsa.

Contohnya Amerika, mau cari orang dari mana saja ada. Cuma mereka bersatu, dan mereka sadar tiap orang punya kejelekan masing-masing. Cuma tidak digembar-gemborkan, tapi dibicarakan dan dirubah. Yg bagus nya diambil, dan dipakai bersama-sama untuk memajukan negara. Tidak segan-segan, atau gengsi, kalau gengsi-gengsi maka tidak akan maju. Harus open (terbuka) dan mau menerima kesalahan dan musti mau berubah.

Note: Artikel ini didapatkan di milis2, penulisnya kemungkinan adalah orang Tionghoa atau pribumi tapi pro-Tionghoa sehingga sangat mengagung-agungkan bangsa cina

Update :

comment dari Andre Hui :

Walaupun saya juga keturunan Cina, saya rasa artikel ini tidak fair dan merasa perlu untuk membuat anti-thesis/sanggahan.

Post dari ‘milis’ ini aslinya berasal dari forum KafeGaul bertahun-tahun silam yang lalu disebarkan melalui milis dan hebatnya kini Broadcast BBM (yang membuat saya bisa mampir kesini) walau saya tak bisa mempertanggungjawabkan klaim ini karena forum itu telah ditutup. Saya sendiri adalah user sejak tahun 2002 yang cukup aktif saat itu.

Seingat saya, tulisan asli di KG saat itu tidak menyebutkan dirinya bekerja di New York City (KEMUNGKINAN BESAR, SIAPAPUN YANG MEM-FWD ARTIKEL INI TELAH MENAMBAH2KAN SESUATU.) User yang memposting tulisan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan legitimasinya: dia memposting satu tulisan dan tidak pernah muncul lagi. SAYA TIDAK YAKIN DIA ADALAH WNI YANG TINGGAL DI AMERIKA. Dia bisa saja ‘seseorang’ yang, hanya Tuhan tahu siapa, mengarang cerita fiktif. Tulisan dia sendiri ada cacat:

1. Sistem lembur di dunia kerja USA.
Jam kerja yang ditetapkan pemerintah adalah 40 jam per minggu. Jika lebih dari itu, maka dianggap ‘lembur.’ Pemilik perusahaan selalu mencoba untuk menghindari ini karena uang lembur sangat mahal. Menurut hukum, untuk setiap jam lembur, pekerja berhak atas 1.5-2 kali lipat gaji per jam yang diberikan untuk 40 jam pertama. Terlebih dari itu, dari sisi pegawai, tak ada yang mau lembur lebih dari 45+ jam karena sistem tax-bracket USA menjadikan insentif ekstra itu sebagai bumerang: Semakin besar income tambahan perbulan, semakin besar juga PAJAKnya. Lembur bagi pegawai dan bos adalah sesuatu yang dihindari sebisa mungkin. Nah, si ‘Cina’ itu tak akan bisa kaya hanya dengan mengandalkan lembur semata. Besar kemungkinan dia ujungnya menghasilkan hanya sedikit lebih banyak dari yang tidak lembur, tapi jumlahnya akan membuat setiap manusia dengan akal sehat mengernyitkan dahi karena tidak setimpal dengan usahanya.

2. Beli barang cash, bukan ngutang.
Dalam sistem moneter USA, mengutang itu perlu! Ada yang namanya ‘credit score’ atau bisa dikatakan sebagai reputasi keuangan seseorang. Jika mengutang dan membayar tepat waktu, maka score-nya akan bagus. Score ini sangat dibutuhkan untuk melamar kerja, membeli rumah atau mobil, menyewa apartment/rumah, membuka usaha, mengajukan pinjaman pribadi ataupun mendapatkan suku bunga yang rendah untuk kartu kredit. Score ini menggambarkan kredibilitas seseorang, bukan hanya dalam cakupan uang semata, tapi juga dependabilitas seseorang sebagai penyewa properti ataupun pelamar kerja. Saya tidak pernah mendengar adalah orang membeli rumah dengan uang tunai disini, kalaupun ada, akan dicurigai sebagai kriminal karena transaksi melibatkan uang dalam jumlah besar harus dibukukan via instrumen keuangan karena diwajibkan oleh hukum. DARI SINI SAJA, SAYA SUDAH MERAGUKAN KREDIBILITAS SI PENULIS YANG NOTABENE TAK MENGERTI SISTEM2 YANG DIGUNAKAN DI USA.

Saya tidak bisa tak setuju dengan opini orang-orang Cina itu rajin bekerja dan ulet. 9 dari 10 yang saya lihat selama ini memang seperti itu. Tapi tetap saja tak semuanya serajin itu, selalu ada apel busuk dari satu pohon besar. Generalisasi terhadap orang Cina di USA sendiri tak begitu bagus. Tak sedikit dari mereka yang ‘memanfaatkan’ sistem social welfare untuk mendapatkan tunjangan tanpa harus bekerja. Dari sisi sosial, orang-orang Daratan dikenal kasar dan jorok.

Walau saya ber-darah Cina, saya tidak melihat kemiripan orang Cina dalam diri saya. Saya sendiri merasa bersyukur dibesarkan di Indonesia. Tumbuh diantara masyarakat yang sangat majemuk dengan beraneka budaya-suku-ras-agama, saya bisa lebih menghargai perbedaan dan belajar melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Saya melihat itikad baik dari si penulis untuk menjadikan ini sebagai motivasi, tapi generalisasi tak selamanya bagus. Judul artikel ini seharusnya diganti menjadi: “Mengapa [kebanyakan] Orang Cina Sukses.” Untuk menghilangkan tendensi kalau SEMUA orang ber-darah Cina itu sukses, karena memang faktanya TIDAK SEMUA dari mereka itu berhasil, dan hilangkan kata ‘KAYA’ karena TIDAK SEMUA dari kami ini berkelimpahan harta! Sukses itu sendiri tidak bisa diasosiasikan dengan ukuran harta!

Semoga pemilik blog ini ikhlas untuk mengoreksi tulisan ini. Semua artikel berbau sentimen kesukuan tak akan pernah berfaedah baik, malahan akan menjadi bumerang bagi sumbernya. (Kerusuhan Mei 1998 yang diwarnai penjarahan terhadap warga Keturunan itu salah satunya dipicu oleh generalisasi ngaco kalau SEMUA dari mereka itu KAYA.)

Saya rasa generasi Indonesia sekarang cukup pintar dan bijak untuk tidak mengikuti tradisi leluhur ngaco yang telah membawa negara kita kearah seperti sekarang ini. Perubahan Indonesia ada di tangan kita. Toleran terhadap sesama, hormati perbedaan, bersatu dalam semangat kebersamaan, dan kita bisa bawa bangsa ini ke tempat yang lebih baik!

You may also like...

238 Responses

  1. made swar says:

    tidak semua cina itu busuk bro,
    gw bnyk pengalaman tentang mereka. cina konghucu, cina buda, cina islam kebanyakan mreka cina yg baik dan mau bergaul dg orang lokal.
    yg busuk itu cina kristen bro mrekalah yg merusak ekonomi dan kepanjangan tangan penjajah.
    mrekalah yg suka teriak ham,toleransi,persamaan,persodaraan. tp liat kenyataannya justru mreka yg selalu rasis merendahkan pribumi dan tidak toleran. mreka jg jarang bergaul dg orang lokal dg alasan tdk level. kalo tdk percaya lihat saja tv yg dipunyai org cina kristen.
    mrekalah kepanjangan tangan penjajah, budaya korusi dan suap mrekalah yg bawa sampe sekarang pada pejabat kita. krn itu tdk heran beberapa cina kristen yg coba jd org pemerintahan gagal di pemilu krn bnyk org yg sadar btapa busuk dan berbahayanya mreka bila duduk dipemerintahan org pribumi bkalan smkin disingkirkan. diluar pemerintahan saja sdh membuat susah apalg kalo jd.

    CUMA 1
    PESAN GW BWT CINA KRISTEN
    KALO MAU DIHARGAI COBALAH MENGHARGAI

    KAMI MENGHARGAI SETIAP ORG YG INGIN TINGGAL DISINI
    TP KALO ANDA TDK MENGHARGAI KAMI SBG ORANG ASLI MAKA JGN SALAHKAN KAMI KALAU KAMI MEMBENCI ANDA
    DAN KAMI TDK MENERIMA ANDA

    SADAR BRO INI INDONESIA BUKAN CINA
    kalo ga suka silahkan pulang kecina kami tdk butuh org spt anda

    salam

  2. madon says:

    Fakta dilapangan kok jauh berbeda dengan tulisan anda?
    Saya tinggal dekat pecinaan jd saya sudah tahulah bnyak sedikitnya kehidupan saudara kita yg cina.

    kunci mreka maju adalah persaudaraan yg kuat, jaringan yg kuat,, kalo soal hemat, menabung sama saja dgn org2 pada umumnya, bahkan yg aku heran tman2ku yg dr etnis cina ga bangkrut2 padahal tman2ku tu paling doyan ke Tmpat2 makan mahal, jalan2 kluar kota bahkan ke luar negeri, sering judi.

    jd stelah aku telusuri kuncinya cuma rasa persaudaraan yg kuat diantara sesama cina. Saling tolong menolong. Wajar aja mreka maju. Justru yg aku lihat yg paling hemat adalah org padang, dikota saya org padang bisa maju jualan, kain, sepatu dan sejenisny krna jaringan, kalo org padang jualan misalny elektronik, bahan bangunan ga akan semaju dibidang kain. Krna apa JARINGAN.. jaringan itu biasany udah milik org cina

  3. Ramdan says:

    Kecurigaan, pandangan sinis trjadi karna tidak mencairnya pembauran, tdk mau bergaul,, ditempat saya saja org2 yg gak mau bergaul slalu dipandang sinis, asing, aneh, dicurigai,,, kalo terpaksa saja bergaulnya.

    Membaur dan terbuka kunci persatuan

  4. Hamdi says:

    ini tulisan terlalu berat sebelah. masa membandingkan tionghoa yang hanya berupa satu etnis dan kadarnya hanya 4% dengan pribumi yang isinya aja udah ratusan etnis dan multrasial. kata pribumi itu juga sebenarnya terlalu memukul rata lho. Indonesia itu multiras. jangan lihat budayanya, tapi karakteristik fisiknya. orang Indonesia barat dan orang Indonesia timur aja udah beda ras. Indonesia barat dari malayan mongoloid, Indonesia timur melanosoid-austroloid-negroid. belum lagi ras-ras di pedalaman yang juga udah beda. ditambah lagi banyak juga yang hasil campuran caucasian dari arab, eropa, dan india utara-pakistan. masa mau ngumupulin banyak ras yang berbeda dalam satu title ‘pribumi’ terus dibandingkan dengan satu etnis ‘tionghoa’. yang benar aja. sebenarnya kalau kita ngerti sejarah, nggak ada yang namanya pribumi di Indonesia. dan kebanyakan tulisan-tulisan kayak gini yang bikin orang Indonesia makin rasis dan cenderung punya infeority complex berlebihan. penulisnya pasti kebiasaan tinggal di lingkungan homogen, sekolah sampai kuliah juga di lingkungan homogen. kerja juga di lingkungan homogen. wajar aja kalau punya infeority complex berlebihan. namanya juga jarang ngeliat manusia yang beda dari dia. beda dengan orang yang dari kecil tinggal di lingkungan heterogen, pasti dia sadar yang namanya kemampuan manusia itu ngga ada sangkut-pautnya sama etnis, ras, atau kepercayaan seseorang.

  5. rianna says:

    yang aku lihat adalah persaudaraan orang cina dan keterikatan dengan daerah asal mereka sangat kuat, tidak seperti orang pribumi yang saling menjatuhkan, ada 2 bangsa yang sangat kuat persatuan & persaudaraannya 1. cina dan 2. yahudi, contohnya saya berulang kali kakak saya berusaha menjatuhkan saya untuk mendapatkan harta warisan

  6. oedhenk says:

    Mungkin anda melihat sosok orang cina hanya segelintir,,kalo boleh jujur cina memang memillki kegigihan dalam bekerja saat susah atau kaya.namun cina yg harus kta ketahui dia memiliki sifat yg tidak akan puas dengan hdupnya,,dia akan raih kehidupan dengan segala cara,,dan penuh dengan kelicikan.tujuan orang cina ingin menguasai dunia..moto orang cina: sekarang gw di tindas tp suatu saat gw bakal pencet lo,ga ada orang cina yg mempunyai jiwa sosial,,,terhadap pribumi.sebaik baknya orang cina ga ada yg tulus atau iklas membantu pribumi dia baik karena dia ada maunya,,,sifat orang cina seperti benalu dimana yg aman dia akan berlindung tanpa memikrkan sekelilingnya,,,maka jangan biarkan cina meraja rela dengan kekuasaannya,
    Satu berkuasa maka dia akan membawa kelompoknya untuk menguasai dan dia akan menindas kita secara perlahan lahan.di mulai dengan perdagangan cina sudah menguasai producnya keseluruih dunia dengan duplikasi dengan harga murah.lihat di cina tingkat kejahatan lebih tinggi karena tidak merata ekonominya mereka bekerja di berikan gaji yg murah maka tidak heran dia makan bubur,pelit dan banyak nabung,dengan alasan nanti aku akan berkuasa,,itu dendam mereka yg akan berdampak buruk buat pribumi.karena di cina mereka banyak yg hidup miskin maka menyebarlah merka ke segala penjuru untuk meraih kesuksesan yg bertujuan akan memperkuat negaranya serta bangsanya,,setelah kuat baru dah ente nyaho ente di jajah ekonimi..dan akan mati perlahan lahan

  7. kebenaran says:

    tergantung cinanya, ada juga cina yg pelit dan brengsek, kerja males2an tapi gaji lebih gede dari yg pribumi kerja rajin.

    ada juga china yg baik,
    ternyata cina yg brengsek itu china sayur namanya, biasanya cina katro, norak, sok, padahal bego. bisanya cuma marah2 untuk menutupi kebodohannya.
    adapun cina yang baik biasanya orangnya ramah, punya usaha sendiri dari bawah jadi dia tau benar rasanya perjuangan keras sehingga tidak sombong.

    dan yg penting jika china itu muslim yg taat maka dia biasanya baik

  8. cuma saran says:

    rahasia warga keturunan sukses: 1> bersyukur (untung dikit asal lancar) 2> tekun/rajin ( jangan males kalo kerja ato dagang) 3> buang jauh2 sifat dengki (sblomya saya minta maaf dengan pribumi, berdasarkan pengalaman saya lumayan sering: belanja ke toko/warung pribumi ,beda warna kulit beda harga klo gak di layanin belakangan , sifat inilah yang menghambat keberhasilan )

  9. hidup ini penuh dengan samdiwara dan hiburan, hidup yang sebenaarnya adalah kampung akherat…!!!!!!!!!!

  10. atho says:

    Wow artikel
    nya bagus juga….baru kali ini aku baca….yah bangsa indonesia,seperti aku sering memberikan m
    otifasi terhadap teman’teman dan relasi..kadang baru saja dapet untung besar pola makan sudah ganti sedikit mewah..surung simpan uang dibank susah…..

    • Orang china bisa sukses juga memang ke keluargaannya tinggi , bisnis di negeri rantau dengan modal bersama bukan sendiri-sendiri , ya kan !

    • Bisnis says:

      gak semuanya sukses kok, banyak juga yang ekonominya kebawah, mungkin karena jumlah orang cina di indonesia sedikit jadi mereka yang miskin jadi tidak terlihat. ada juga yang kaya dan suka sekali makan diluar dan bahkan selalu beli hp keluaran terbaru walaupun hp lama ada. tapi yang aku sering alami umumnya orang keturunan tionghoa agak canggung jika bergaul dengan orang pribumi dan mereka malah memilih untuk menyendiri.

    • Hamdi says:

      Jangan karena sifat anda sendiri atau segelintir orang yang seperti itu, lalu menyamaratakan yang lainnya. saya bukan tionghoa, tapi tiap ada pemasukan juga hemat, nggak boros, dan disimpan uangnya. lagi pula kalau anda banyak bergaul dengan tionghoa, anda akan sadar bahwa semua stereotype tentang tionghoa itu sebagian besar nggak benar. mereka juga sama aja kok dengan milyaran umat manusia di dunia ini yang udah kemakan globalisasi dan hidup dalam cengkraman kapitalisme; kalau ada uang ya belanja ini itu, jalan ke sana-ke sini, makan mahal di luar, dan berbagai kegiatan boros lainnya. asal tetep nggak kebablasan dan ditabung sebagian pemasukannya untuk masa depan ya it’s okay. mau pribumi, negro, bule, cina, india, arab, aline sekalipun kalau sama2 udah diserang hedonisme ya boros-boros juga. malah banyak tuh yang mati bunuh diri gara2 kalah judi, nggak sanggup bayar loan jangka panjang, dsb

  11. agus says:

    bangsa cina adalah bangsa yang kuat dan hebat patut untuk dijadikan contoh oleh bangsa lain..,
    thanks..,

  12. Laura says:

    Wow, artikel yang cukup bagus. Saya juga ada pengalaman dengan teman2 yang keturunan chinese. Waktu kuliah,dari segi kemampuan sebenarnya sama..malah..(tidak bermaksud sombong),dr segi akademis saya lebih unggul. Pas lulus kuliah, saya dan teman chinese saya ingin mendapat kerja dengan posisi yang lebih nyaman dan dengan gaji yang lumayan (faktor gengsi), sayangnya belon dapet2.. akhirnya dapet gaji yang gak terlalu lumayan tapi yang penting posisi nyaman dan ok.

    2 tahun kemudian, sebagian teman2 saya yang chinese justru berputar haluan menjadi pedagang alias jualan baju, selain itu dia juga ambil sampingan jualan properti, dll. Sebagian dari mereka mengajak saya untuk mencoba pekerjaan tersebut..cuma krn faktor gengsi dan malas serta faktor yang bukan passion pekerjaan saya, ya..saya menolak. HASILNYA…. sampe sekarang saya belum bisa cicil rumah.. teman2 saya yang chinese sudah membeli rumah dan mobil… hiks…hiks..hiks…
    tapi mereka tetap baik dan tidak sombong sih, kelihatannya aja mereka seperti individualistis tapi sebenarnya mereka baik kok ^^.

    LET THERE BE PEACE ON EARTH…

    • meme says:

      Setuju dengan anda, umumnya mereka keturunan tionghoa sedikit yang mencari pekerjaan menjadi karyawan, dan mereka lebih suka untuk berbisnis karena mereka juga memiliki orangtua yang terjun didunia tersebut.

    • andre says:

      Bener bgt!!haha. Sy sndiri kl dgr buka toko n jualan merasa gengsi. Tp bbrp tmn kakak sy (yg memang dunianya sdh begitu, jd mereka gak merasa aneh utk berdagang atau usaha mcm2) sdh sukses, menikah dll. Kakak sy sndiri? Stuck aja jd karyawan, gak sukses2, boro2 rumah, nyicil mobil aj jg gak sanggup, mskipun gajinya hampir 10

  13. Polasio Sihaloho says:

    Wah….aku sebagai orang pribumi salut dah liat orang tiong hoa…hebat hebat (y)
    Makasih gan info infonya sangat bermanfaat dan bisa diterapkan dikehidupan :)

  14. Whitening Serum Gold says:

    menginspirasi untuk hemat … hehehehehe

  15. ARLEN says:

    Bagi saya yang pernah bekerja di perusahaan Cina, saya juga mengagumi etos kerja orang Cina. Pekerja keras, penuh perhitungan, tidak bertele-tele seperti orang pribumi!!!! Orang pribumi kalau mau jadi kaya, ya PNS, karena mereka mikir..dengna jadi PNS akan ada kesempatan untuk jadi pejabat, sehingga akan membuka peluang bagi mereka untuk KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME!!!! Kl bagi orang Cina, kalau mau jadi kaya ya wiraswasta!!! Saya sebagai pribumi sangat setuju banget itu!!! Orang pribumi…LABEL DOSEN MASIH AJA BODOH N MENUTUPI KETIDAKTAHUAN DENGAN ILMU YANG BERTELE-TELE!!! Gimana orang awamnya ya?????
    ORANG PINTAR ADALAH ORANG-ORANG YANG MAU BELAJAR…BELAJAR…DAN BELAJAR…karena pintarnya seseorang bukan ditentukan oleh gelar akademik..,tapi APA YANG BISA MEREKA BUAT DENGAN LABELNYA TERSEBUT????? Kalau orang Cina beda!!! BISA YA BAIK DALAM BENTUK PRAKTEK MAUPUN DALAM BENTUK TEORI…Ini guru PNS…Bodoh minta ampun, tapi bisa berlabel sertifikasi???!!! MAU JADI APA GENERASI INDONESIA INI KALAU MANUSIA YANG BERGERAK DALAM DUNIA PENDIDIKAN SAJA ADALAH MANUSIA-MANUSIA MUNAFIK YANG MENUTUPI KEBODOHAN MEREKA DENGAN ILMU YANG BERTELE-TELE!!!!
    Inilah pengalaman nyata saya karena saya berprofesi sebagai GURU LES PRIVAT DAN JASA BIMBINGAN SKRIPSI DAN TESIS DI KOTA BENGKULU..Trims

  16. Ginting says:

    ya menurut kajianku orang cina secara umum mmang sukses dalam hal ekonomi perdangangan mmang betul di sebabkan krn faktor budaya cina itu sendiri.saya sudah lama melihat cara hidup orang cina jadi menurut pengamatanku mereka punya hubungan yg erat antar kelg dlm hal usaha,bila satu usaha berhasil mereka akn buka cabang lg dst.dan yg paling buruk menurut ku mereka sangat Rakus dan buas menguasai Bumi Indonesia! contohnya Orang Cina begitu gesitnya menguasai lahan tanah di Riau n kalimantan untuk di sulap Perkebunan Sawit,sagu,karet dll ya coba cek di Riau di jamin masyarak kesulitan untuk bertani.dan parahnya lg dgn kelicikan mereka menyuap pejabat terkait untuk izin menguasai lahan masyarakat yg notaben sudah lm mendiami.jd intinya kita sebagai bangsa pribumi sudah seharusnya merapatkan barisan membendung penjajahan kaum cina dgn cara kita hrus saling bersatu padu dlm hal pembangunan ekonomi kita dan yg terpenting pemerintah berpihak kpd rakyat bkn kpd etnis china yg kolomerat!!!

  17. Saifullah Fil Ardhi says:

    wadduuuh Post yang ini gw suka banget. gw bukan cina sih. jadi bisa belajar banyak n semangat lagi nih. nice post gan. :)

  18. topan says:

    Saya asli pribumi,, tepatnya di palembang..
    Etnis Cina disini saling berbaur dgn masyarakat,,bahkan kita ga prnh merasa berbeda etnis,, inti nya disini (palembang) kita berteman,bergaul n bermasyarakat ga pandang sttus sosial.
    Saran saya sekali2 kalian mampir ke palembang,, mgkn cara pandang kalian terhadap etnis tionghoa akan berubah,,
    silahkan kalian mampir ke pulau kemaro dan mesjid cheng ho,, dsana klian akan memahami keakraban semua etnis.
    kalau pun cm karena 1 ato 2 org cina yg ga kalian suka mending lgsg kalian hajar,, wkwkwkkwk
    emang dari awal yg salah system pemerintahan negara kita,, sebagai penerus generasi kita harus berpikiran luas n maju.

    • hendri_jakarta@yahoo.com says:

      ,bahkan kita ga prnh merasa berbeda etnis,…………. wakakak wakakak wakakak wakakak crot

  19. jack says:

    Kalo cina smuanya diusir dari negri ini, org pribuminya bs jd kaya spti mrka ga? Bs jd pinter? Bs jd businesman smua? Bisa gak lapar lagi? Kalo bisa, brti salah si cina.. klo ga bisa, salah siapa?

  20. Anonymous says:

    umpama kita bercermin, kalau bayangan yg terpantul itu jelek masa’ kita salahin cerminnya? Sudahlah, jgn ribut trs, yok kite semua sabar,semangat,pantang menyerah dan kerja keras… Siapapun bisa sukses kok… ! percaya deh

  21. Zhyo Sung says:

    Drtd sy bca ada yg bilang hr smnghancurkan akarnya,sumbernya.,dibilang melarikan modal. Dan itu ditujukan kepada WNI keturunan. Bisakah anda lihat fakta? Siapa dalang dan sumber bhkan pengkotak kotakan ras di Indonesia ini? Yaitu pejabat dan petinggi negeri ini. Knp mrka mau disuap? Bkn kah di ajaran agama kalian , suap itu slh satu ujian? dan apakah pejabat yg notabene brasal dr kalanganmu itu menolak?? Hrsnya anda berpikir dahulu jgn menyamakan semua WNI keturunan dgn kasus yg prnh anda jumpai. Jangan menjudge krn anda hrs beraca diri, sepantas apa anda? Kekurangan terbesar negeri ini trletak di sektor pendidikan dan kesalahan terbesar Indonesia itu krn Petinggi /pemimpin nya!! Mereka punya kuasa, punya uang, punya segala yg dibutuhkan untuk bangun negeri ini, tp apa???? APA yg sudah mereka lakukan?????????????????????????????????? LIHATLAH,JANGAN BUTA !!!!!!!!! Jangan hny bisa melihat kekurangan org lain, tp berkaca diri, siapa kamu????!! Sudah jd apa kamu??? Indonesia itu butuh kedamaian dan kejernihan pikiran rakyatnya. PRIBUMI maupun NON PRIBUMI punya tujuan yg sama,,, yaitu memajukan bangsa INDONESIA. Sy tidak ingin malu terlahir di negeri ini. Sy ingin bangga terlahir jd bangsa INDONESIA!!!!!!!!!!!1

  22. terkadang juga banyak orang cina yang pada sukses lalu pada sok/gaya. namun ada juga yang baik hati, mungkin hanya salah pandangan orang pribumi terhadap orang cina/tionghoa

  23. Anonymous says:

    Benar Bro.. Org cina harus berbagi jaringan. Jgn cina saja yg boleh masuk jd bos2 jaringan.

    Ini semua gara2 soeharto yg mendiskriminasi pribumi dulu. Soeharto mendiskriminasi budaya cina tapi di ganti dgn memajukan dan memanjakan pengusaha cina..

  24. Anonymous says:

    Karna cina kompak, slalu mementingkan sesama cina, jaringan cina kuat..
    coba jaringan kalian yg slalu mementingkan sesama diputus??

    banyak tmanku cina yg hidup miskin (mreka bukan pemalas), penyebabnya jaringan mreka tdk ada..

    jaringan adalah kuncinya.

  25. Anonymous says:

    Yang jelas perbedaannya brada pada mata itu ajakok

  26. Haduh… runyam dah urusannya, :D
    Saya Pribumi, jujur saja… komentar berisi Cemo’ohan, Tuduhan, dan Pandangan miring yang dilakukan sebagian pribumi di atas terhadap Tionghoa di Indonesia hanya membuktikan bahwa sebagian pribumi memang layak berada pada taraf menengah ke bawah karena pola pikirnya yang sempit.

    Coba lebih terbuka lagi, orang pribumi yang jadi pengusaha sukses juga banyaak…
    Prinsip “Berakit rakit ke hulu, bersenang2 kemudian” bukan hanya untuk tionghoa kok..
    Siapapun, kalau mau kerja keras pasti bisa sukses… tanpa melihat dari suku manakah dia berasal.

    Where there’s a will, there’s a way.

  27. Jadi pengin tau, lantas dengan bagaimana orang cina menikmati harta hasil kerja kerasnya? apakan cara menikmati harta hasil kerja keras, orang cina & pribumi sebagai pembendanya?

    • Anonymous says:

      orang cina hanya menggunakan sebagian keuntungannya, untuk menikmati hasil kerjanya, karena kebanyakan bergerak dibidang usaha, jadi sangat tidak baik menggunakan modal usaha untuk di konsumsi, biasanya di lihat pada saat kawinan, masuk sekolah dan universitas ternama atau saat membeli rumah.

      orang pribumi cenderung lebih mudah membelanjakan uangnya untuk keperluan yang sifatnya lebih sosial, misalkan acara sunatan, kawinan, dengan meminjam uang harapanya uang bisa kembali, ini sebetulnya jeratan sosial budaya, kalau tidak ikut trend bisa dipandang miring (pelit atau miskin atau tidak bergengsi)

      tapi hal diatas tidak mutlak 100%, karena ada yang sudah berinteraksi maka ada sebagian pihak yang saling belajar sifat sifat diatas, banyak pribumi yang juga sudah berhasil, dikarenakan mencontoh sifat orang cina diatas, hanya saja tantanganya jauh lebih sulit dibanding orang cina yang belajar boros,
      ingat! hemat/efisien itu kadang disuatu budaya bisa dicap pelit, sebaliknya orang cina tidak menganggap hemat sebagai pelit, kalau sudah tau susahnya berusaha dibidang jasa dan perdanganan, (harus sabar dikomplen, ditawar habis habisan dan harus mandiri karena tidak ada bos yang mengawasi jam kerja)
      terakhir pameo orang cina, jangan berdagang kalau tidak bisa tersenyum.
      semoga orang pasar senen dan tanah abang bisa lebih ramah kalau dagang, biar tambah maju he he he

  28. erlangga anggodo says:

    makanya klo orang cina gak suka bergaul ma orang licik,maknya hidup kita hancur karena sifat licik itu..kenapa harus ada sifat licik…gw hidup sengsara karena diliciki,akhirnya gw cb hidup dengan licik tetapi orang lain lebih licik dari kita akhirnya gw hancur jg..setelah gw banding akhitnya gw ketemu ama kunci menjadi orang sukses 1. kita harus saling bantu-membantu sesama manusia tetapi ingat kita harus berpikir (bukan licik) jika kita membantu harus dengan kejam artinya harus ada timbal baliknya bantu uang dibals juga dengan membantu uang,bantu jasa dibalas dengan jasa. 2. kita hidup di dunia yang licik baik pribumi,cina,eropa..tapi ingat harus pandai memilih mana orang licik dan mana orang korban dari kelicikan kerna kedua orang tersebut merupakan pegangan hidup kita, ibarat saya mereka adalah pion untuk benteng saya..tetapi ingat jangan sekali-kali memberi makan terlalu enak kepada mereka karena kita yang punya benteng mereka yang harus mengikuti aturan kita.oleh karena itu buka pandangn dan pikiran kita akan hidup sukses tapi ingat SIAPA YANG MENCIPTAKAN KITA..kita sengsara dibuatNya karena kita suka berbuat licik kepadaNya karena kita selalu menjalankan laranganNya menghindari perintanNya bila kita mengikuti aturan mainNya maka kita akan terjaga. karena kita berada di benteng kehidupanNya Tuhan tidak akan memberikan kita nikmat hidup yang berlilapat karena Dia tahu kita pasti akan licik bila kita tidak mensyukuri atas nikmatNya yang diberikan.jadi inti kata dari saya cobalah untuk hidup wajar,normal tanpa ada beban bila orang lain sukses atau negara orang sukses kita belum berarti ada yang salah antara kita denagn sang PENCIPTA berubahlah kawan..berubahlah karena kita bukan termasuk orang yang licik

  29. Anonymous says:

    maaf reply..orang cina itu juga kita jg maksudnya, cina di indonesia bisa saling menjaga diri masing2,suka membantu sesama mereka (jika mereka pro terhadap pandangan mereka (cina))..contoh kecil tetangg gw padang dan cina orangpadang sampai ke anak yang bungsu bisa sukses karena mereka saling membantu, pertama mereka membantu ke 2 orangtuanya, kemudian anak pertama sukses bantu ngembangin anak kedua dan seterusnya..orang cina gitu juga malahan sauidara jauh yang beda agama juga dibantu asalkan mereka saling menghargai dan membantu..orang cina pelit orang padang pun pelit itu karena kita yang gak pernah suka atau suka membuat hati mereka resah akibat kita yang kurang senang dengan hidup mereka. berpikirlah yang wajar, bila kita suka menolong dan menghargai orang lain dengan tulus maka kebaikan kita akan dibalas dengan kebaikan juga,bila dalam diri kita akan hidup liicik maka orang akan licik dari kita tolong di PERHATIKAN..gw sadar karena gw sendiri termasuk orang2 sesat..

  30. Anonymous says:

    Prinsip pribadi sy adalah 9 J: Jangan korupsi/mencuri, jangan malas, jangan putus asa, jangan gengsi, jangan boros, jangan nipu, jangan iri hati, Jangan buat maksiat, Jangan lupa berdoa & sedekah.

    Mudah2an sukses akan lebih dekat dgn kita..

  31. Anonymous says:

    salut.. komen”nya….. uda hampir 1 thn… keren….

  32. Anonymous says:

    Yang harus dihilangkan adalah fanatisme suku berlebihan dalam ekonomi dan politik. Semua suku harus membaur dan bersatu.
    Sikap fanatisme berlebihan dalam suku ini adalah sikap rasis sebenarnya. Karna sikap seperti ini tidak memberikan kesempatan dan keadilan pada yg lainnya. Karna fokusnya hanya kesesama etnis dan memonopoli bidang2 yg mreka kuasai..
    Kita harus bersatu membaur dan bergaul..

  33. Anonymous says:

    Wah luar biasa semua komentar diatas, Saya beri A+ dulu sebelumnya kepada sahabat-sahabat saya disini.
    Sebelumnya maaf.
    Bukan mau membela etnis cina ataupun pribumi.
    Menurut pendapat saya dan berbagai ilmu pengetahuan yang didapatkan di Indonesia. Saya hanya menyimpulkan tidak ada Rakyat Indonesia diajarkan untuk membenci perbedaan suku. Karena sudah jelas di Bhienika Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda kita tetap satu.
    Soal Katanya sahabat-sahabat diatas cina numpang atau sebagainya, itu salah. Dahulu kala sebelum merdeka itu ada kemungkinan, tapi setelah merdeka mereka yang disebut cina adalah keturunan tionghoa dan mereka adalah Rakyat Indonesia yang berkebangsaan Indonesia, cuman sukunya saja yang beda. Indonesia kita mengetahui ada banyak suku. Tapi saya tidak mau membahas SARA.
    Untuk lebih diketahui dan dipahami, tidak ada yang namanya pribumi atau nonpribumi.
    Satu hal juga yang perlu diketahui, siapa bilang di pemerintahan Indonesia tidak boleh ada suku keturunan tionghoa. Buktinya Wagub Ahok keturunan Tionghoa. Dan masih banyak contoh lainnya lagi keturunan Tionghoa yang duduk dikursi pemerintahan Indonesia.
    Jadi cobalah berpikir lebih efisien sebelum mengeluarkan pendapat.
    Jika berkeinginan kaya atau harta melimpah. Harus kerja keras dan banyak menabung, serta berinventasi. Banyak berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing sahabat.
    Jangan belanjakan uang sahabat-sahabat untuk hal yang tidak berguna. Saya rasa sahabat-sahabat mengerti dan pernah belajar di Ekonomi SMP. Maaf jika ada yang tidak tamat SD ataupun tidak bersekolah dulunya.
    Untuk itu, Saya harapkan sahabat-sahabat disini lebih berpikir luas kembali, saling menghargai, saling berkesinambungan, satu hal yang membuat kita semua bangsa Indonesia diremehkan, karena saling tikam-menikam dan menjatuhkan sesama bangsa sendiri yang bermacam-macam ini. Ingat tidak ada pengaruhnya SARA yang membuat kita kaya. Diri sendiri yang bisa menjawab, Bisakah kaya sahabat-sahabat semua disini. Salam Indonesia, Selamat Pagi, Assalamualaikum.
    Tertanda
    Ronie Cloudz Cobain (FB)

  34. Anonymous says:

    Biar raiku jowo, cino, batak, madura, dayak, ambon tp aku cinta indonesia! Wkwkwkkwk

  35. Wina says:

    saya Warga Negara Indonesia, lahir dan besar di Indonesia dan hanya bisa berbahasa Indonesia, saya merasa sebagai orang Indonesia, tapi orang di sekitar saya selalu memanggil saya dengan sebutan Cina, amoy dst :

    1. Waktu kecil dari TK-SMP saya di sekolah negeri( hanya saya yang keturunan Tionghoa) dan saya sering mendapat diskriminasi
    2. Untuk pelajaran Bahasa Indonesia saya selalu mendapat nilai terbaik di kelas
    3. Saya juga menyukai makanan Indonesia seperti ayam kalasan, gudeg, rendang padang, ketoprak, gado gado, nasi liwet, nasi langgi

    Saya rasa saya dan teman2 lain sudah cukup berbaur, tetapi kenapa selalu ada diskriminasi ???

  36. Artikelnya bagus,,saya orang pribumi asli kalimantan,orang cina di indonesia memang terbukti ia berhasil atas kerja keras mereka,saling membantu yg kuat membantu yg lemah begitu sebaliknya,jika kita pribumi bisa seperti mereka maka negeri ini akan maju,artikel ini sbenarnya untuk di nikmati,di cermati,di pahami,dan di lihat dari kehidupan nyata,semua manusia tidak ada yg mau hidupnya susah,artikel ini untuk memberikan ilmu kepda kita untuk saling berbagi pengalaman yang nyata dalam dunia,,salam damai buat semua sahabat2 di artikel ini..

  37. martin says:

    Udah dari pada ribut” mendingan usul presiden, yg chinese dari seluruh indonesia dikumpulkan aja jadi satu pulau dan diberi otonomi khusus. Jadi tdk ada lagi ribut” ttg perbedaan ekonomi, pendidikan, pemerintahan dan sosial. Yg chinese biar bersaing dgn yg chinese dan yg pribumi tetap dengan yg pribumi. Damai lah indonesia. Gimana?

    • Anonymous says:

      ya jangan dong, entar kalau maju seperti singapura hongkong taiwan gimana? bisa-bisa diinvasi imigran dong, kecuali ada peraturan/ijin khusus bagi orang luar pulau untuk masuk wilayah otonomi tersebut, lah kompleks gua saja yang sudah bayar iuran ini itu+pajak dari pemerintah, tetap saja diinvasi dari penduduk kampung sekitar.

  38. Anonymous says:

    Hmm comentnya pnjang².terserah mw etnis apa.trsrh mw berkulit apa.trserah mw brbahasa n berbangsa apa.stiap manusia brtnggung jwb sndiri ats skcil appn hal² baik n buruknya yg pnah dlakuknny di dunia.mnusia bkn tuhan.jd gpntas men judge ssama mnusia.artikel diatas kan bsa qt ambil sisi positiv n mmbuang sisi negativ.OCIM GARIS NETRAL TP TEGAS.

  39. pu2nk-69 says:

    wadoo…ancur ni blog..kok pada berantem..yang merasa berKTP INDONESIA.ayo kita bersama-sama kumandangkan lagu INDONESIA RAYA dan berpegang pada BHINEKA TUNGGAL IKA..dan mari kita bersama-sama membangun negeri tercinta ini,dengan segala kemampuan dari keberagaman yang dimiliki negeri kita ini menuju negeri dan negara yang lebih baik..MERDEKA..!!!

  40. Anonymous says:

    Keturunan Cina
    menguasai perekonomian
    Indonesia! Mereka menghisap
    kekayaan pribumi sampai habis,
    lalu melarikannya ke luar negeri.
    Nasionalisme! Mereka tidak peduli
    terhadap bangsa Indonesia, hanya
    loyal terhadap tanah leluhur di
    daratan Cina sana. Sebagai bukti
    kita bisa lihat kewarganegaraan
    mereka, banyak yang tidak
    berwarganegara Indonesia. Masih
    saja mengagung-agungkan bangsa
    leluhur di daratan Cina sana.
    Selama penjajahan, mereka juga
    memihak pada Kompeni sehingga
    diberi kasta di atas pribumi.
    Eksklusif, tidak mau berbaur.
    Mereka sendiri yang tidak merasa
    jadi bagian dari Indonesia. Yang
    dipikiran mereka hanya uang. Coba
    tengok, mana ada orang Cina di
    desa-desa. Memacul tanah dan
    bergelut dengan tahi kerbau.
    Mereka hanya berkumpul di kota-
    kota besar dan bergaul dengan
    sesamanya saja. Kalau tidak,
    kenapa sampai ada pecinan
    segala?! Indonesia tidak butuh
    penduduk seperti mereka!
    Selamatkan pribumi dengan
    mengusir mereka! Makmurkan
    bangsa asli dengan membantai
    mereka!

    • Ini komentar busuk. kentut sama kau. dasar kau orang paok, ya paok aja.
      miskin, miskin aja. gk ush banyak cakap.
      INDONESIA TIDAK PERLU ADA PENDUDUK SEPERTI KAU.
      SEBAGAI WARGA YANG SOK PRIBUMI, TAPI KAU MEMALUHKAN INDONESIA.

    • Anonim 28 juli 2013 12.21.00:
      “Melihat kata2 anda yg bgitu indah , saya rasa anda MENGCOPY-PASTE kan kata2 dari internet…
      Wwkwkwk

    • Anonymous says:

      lah koruptor yang asli pribumi saja, pada ramai ramai shopping di singapura, termasuk pejabat indonesia yang di disini berpakaian alim, di singapura langsung dilepas tuh atribut alimnya, makanya sebelum menuduh orang lain berkacalah pada diri sendiri, minimal diam !!!! jangan banyak bacot, kalau tahu masih ada salahnya.

  41. Anonymous says:

    Yang membuat org CINA dibenci adalah sulitnya mereka membaur.. kalo seandainya mereka mau membaur mreka tdk akan jd korban mei 98. Org CINA maju karna jaringan antara sesama mreka kuat. yg punya pabrik agen impor brg dr RRC dan singapore dan perusahaan kan mreka.. gimana ga terjadi monopoli. makanya toko mreka maju.. smentara pribumi mendapat diskriminasi kalo membeli ke agen grosir cina dan penyalur barang cina.

  42. Anonymous says:

    ya jelas aja sukses n kaya… lhaa kalo kredit pinjaman modal di bank cepat cairrr… coba orang pribumi pinjam kredit modal di bank.. dijamin 1 tahun cairr…!!!!! coba liat aja kenyataan nya!

    • tidak pernah berkaca. ngaca sekali-sekali…
      ANDA SAJA YANG LIHAT KENYATAANNYA.
      kalau ANDA yang meminjam, ya sudah pasti tidak cair.

      kenapa cepat cair di bank ?
      karena sanggup bayar, tidak seperti ANDA orang miskin.
      orang pribumi pun kalau sanggup bayar kredit, ya pasti langsung cair.

      BANK yang memberi pinjaman juga orang pribumi instansi pemerintah,
      Karena ada kepercayaan.

      ANDA KALAU HANYA INGIN MENJADI PROVOKASI, tidak mampu bersaing, jangan jadi ORANG INDONESIA.
      Letakkan diri anda ditong sampah.
      SARAN ++ : CEPAT AKHIRI HIDUP ANDA.

  43. Anonymous says:

    Janganlah semua perkataan dan pikiran dengan mana yang lebih baik membuat kita saling membenci dan berpikir picik. Sesuatu tidak akan betul jika kita lihat dari sudut pandang kita saja kita harus melihat sudut lain juga. Toh